Alumni STM Pembangunan SMG

Siapa Alumnus yang Sudah jadi Pengusaha ???

Posted on: 19 Juni 2008

Tema ini menggelitik saya…. menggelitik…. gelitik…… ampe kadang terpingkal2x karena kegelian… ya… gpp lah kadang-kadang mengolok-olok diri sendiri.

Kenapa ya… orang-orang kita lebih suka bekerja daripada jadi pengusaha. Mulai dari simab, bapak, ibu, tante , om dan lain2x kalau ngudang kita dulu waktu masih kecil khan biasanya………bla bla bla bla, besuk gedhe jadi dokter, pilot, profesor… dan lain-lain yang juntrungnya tetep jadi pekerja…. kok ga ada yang ngudang bla-bla-bla besuk gedhe jadi pengusaha, misalnya.

Sampai-sampai sekolah kita dulu juga mungkin dengan bangganya mencetak kader yang siap menghadapi persaingan dunia kerja atau semacamnya, sehingga tidak salah juga kalau kita juga terpola seperti itu. Kalau semua terpola seperti itu, bagaimana nasib kita nantinya, apakah selalu menggantungkan terhadap belas kasih orang lain atau  malah tergerak untuk membantu orang lain dengan cara yang elegan (menjadi pengusaha).

Di mailing list kamisetembang , penulis juga menjumpai ajakan serupa dari teman2x almunus kita untuk berjiwa enterpreneurship dan mulai meninggalkan kebiasaan mencari pekerjaan atau menggantungkan pada lapangan pekerjaan. Sehingga bila ini bisa sedikit demi sedikit terbentuk, mustinya kita bisa minimal membantu sesama alumnus yang belum mempunyai jiwa kewirausaahaan, sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran.

Untuk itu , mungkin adik-adik atau kakak-kakak alumnus yang sudah sukses berwira usaha (saya yakin sudah sangat banyak)  bisa menularkan kepada kami-kami yang masih bermental buruh ini.

Trima kasih (topa)

22 Tanggapan to "Siapa Alumnus yang Sudah jadi Pengusaha ???"

Too many Indians not enough chief, kalau semuanya pengin jadi chief siapa yang akan jadi Indians dong, produktifitas tak akan berjalan objektivitas tak akan tercapai… Someone has to assume an Indians role somehow…

Rosi

Pengusaha ?

Ya mesti mau toh, but one thing should be sure of is…….. u dare or not dare to be….
onother important stuff is .. never giving up in any challange.., dan jangan lupa… NETWORKING…..
Sukur-sukur sesuai disiplin ilmu, tapi klo ngerasa “klik” dengan jenis yang lain ya…. no matter…asal mau belajar pasti bisa…….
PASTI BISA!!!!!!!!!

tiap person sdh ada waktu & tempatnya
jadi pengusaha memang bukan satu2nya jalan utk bisa disebut sukses
but, dg memiliki jiwa entrepreur minimal kita bisa menciptakan lapangan kerja buat adik2 kita.
kalo start awal memang kerja dulu sich ga apa2, sambil ngumpulin modal dana & pengetahuan serta relasi.
yg penting jgn mdh menyerah, hadapi semua rintangan yg ada
spt waktu jaman saya di stmnp
satu2nya cokin (chinese) di BA 93
walaupun omset kecil, but i’m the boss
gitu kira2 motto yg mau jadi pengusaha
salam
sandy

sy sudah 13 tahun…kerja wiraswasta
memang sih kalau dibilang enak ya enak suasah ya susah..
jadi bingung ya.
intinya kalau bicara apa mengapa jadi wiraswasta / pengusaha.. kita tanyaken dulu niatnya…
bila niatnya sebagai berikut :
*kerjanya nyantai…
*bisa libur semaunya..
*tidak ada yang memerintah.
dst dsb dll
SEBAIKNYA JANGAN COBA COBA BERWIRASWASTA
nah ini alasan saya berwira usaha
* bisa kerja lebih maksimal, soal waktu dan tenaga
(misal kerja umum 8 jam kita mau kerja 12 jam ya gimana caranya.. orang jam ngantor di pemda ya 8 jam)
*lebih bisa berkreasi dengan ide ide cari duit
(misal ada ide jualan sesuatu yang lagi musim dan bisa untung besar, mana mungkin kita bisa lakuin jika kita seorang karyawan, tugasnya kan berangkat kerja pulang gajian)
*mempercepat pensiun dini dengan jumlah uang yang cukup.
(INI MASIH JAUH TAPI LAGI SAYA KEJAR..PENGENNYA BISA LEBIH PUNYA BANYAK WAKTU BUAT ANTAR JEMPUT ANAK KESEKOLAH, TAPI UANG TETEP NGALIR..TRUS WAKTU LUANGNYA BUAT NGAJARI ANAK BISNIS, BUKTINYA Nursaid kakak saya bisa ngantar istri kemana-mana, antar jemput anak kesekolah, kerja seperlunya, tapi… mobil truknya tiap tahun nambah terus.. dia punya usaha leveransir dan toko bangunan)
PERLU DIINGAT KATA2 BERIKUT BANYAK SAYA DENGAR TAPI DARI MEREKA YANG BELUM PERNAH WIRASWASTA:
* MAU USAHA NDA ADA MODAL
* MAU USAHA PERSAINGAN KETAT
* MAU USAHA TERLALLU BERESIKO KALAU TIDAK JALAN RUGI DONK
DSB DST DLL
MS MBA SEKALIAN ..SEMUA YANG ADA DIMULAI DARI YANG NDA ADA.
SEMUA YANG BESAR DIMULAI DARI YANG KECIL.
TAPI TIDAK MEMULAI APA-APA YA TIDAK DAPAT APA-APA
BYE..
SEE U

Memang setiap orang akan berpikir adanya perubahan,
yang sudah kerja lama jadi kuli mau jadi manager,…
…. Ujung-ujung nya akan berpikr jadi pengusaha sendiri,

Kalau memang pingin jadi Pengusaha harus sering berkomunikasi dengan pengusaha.

Modal utama kita harus punya Modal & Brani mencoba, jangan takut akan gagal dan pandai melihat situasi/memanfaatkan di sekeliling kita yang ada.

begitulah kata-kata yang saya dengar setiap kali saya bertanya kepada orang yang sudah sukses jadi pengusaha.

UNTUK SEMUA.

kalau mau jadi pengusaha modalnya yaitu:
1.harus gila.
2.harus nekat.
3.harus niat.

itu modalnya, kalu duit itu no.10 lah,kalau rekan2 tidak gila jangan jadi pengusaha, saya sudah lakukan tahun 2003 dg omset 1.5 M, saya tanpa modal uang satu rupiahpun bisa jalan, nah sekarang saya lagi istirahat jadi pengusaha karena krisis finansial global, maka untuk rekan2 yang mau jadi pengusaha lebih fokus ke 3 modal tadi, jadi siapkah anda menjadi pengusaha?

mas suparman bergerak di bidang apa ya.
boleh dong saya ikut nimba ilmu biar bisa makin sukses..
skarang tinggal dimana?
misal jarak dekat dan boleh mungkin saya mau sowan untuk diajari tentang usaha yang siip.
jangan tentang pramuka dan osis wis wareg banget.
sukses buat semua

kepada mas agustinus.

dulu saya dibidang konstruksi ( kontraktor lah tapi tanpa badan hukum ). sekarang posisi saya di balikpapan ( kalimantan timur ), memang saya terdampar di balikpapan bukan dari lowongan pekerjaan yg di sekolah, memang disini tanpa ada sanak saudara ( sebatang kara ) saya lamar di suatu perusahaan langsung diterima ( pakai tes lah ) walaupun titel saya S3 (SD,SMP DAN STMP) masih berani kelahi sama yg S1, memang disini saya tidak mencari gaji tinggi tapi ketenangan. dg niat kerja sebagai perantauan ( kalau nggak kerja ya nggak makan ) sambil nyambi Ngojek, jualan baju dan akhirnya saya terjunke kontruksi dg modal GNN (Gila,Nekat dan Niat ), dari modal tadi itu uang bisa datang tanpa diundang dan memang harus dilandasi iman, akhirnya beberapa kerjaan memang selesai dan cuma 2 bulan bisa beli ini itu,memang semua usaha tidak mulus kaya jalan tol, semua ada hambatan tinggal kita menyiasatinya dan pola pikir, dan saya pernah jatuh 2 kali dan kejatuhan itu sangat bersyukur karena masih diberi kekuatan dan kemampuan usaha kembali.untuk sekarang ini job2 masih ada saja ( skala besar/kecil )walaupun kondisi nggak menentu ini, saya masih sangat bersyukur masih bisa seperti sekarang ini, banyak rekan2 saya yg berjatuhan saat ini ( ekonomi yg tak menentu ) walaupun jarak kita jauh kita masih bisa sharing dan saling bantu ( ide ataupun finansial ).
begitu mas agustinus sejarahnya saya kecil kecil jadi pengusaha.

salam kenal

Wah2x temen2x dan senior kita ini memang patut diacungin jempol (empat jempol). Untuk mas Agustinus, salah satu teman saya yang gigih dan ulet untuk menjadi pengusaha. Saya sangat salut. Memang untuk menjadi bermental juara , diperlukan sesuatu dari dalam diri (iner) yang sangat kuat untuk menggerakkan mind kita supaya tergugah dengan kuat untuk merasa malu menggantungkan nasib pada orang lain (lebih bangga dan puas bisa mandiri, walaupun hasilnya mungkin belum sebanyak yang kita dapatkan dari bekerja pada orang lain), tapi lambat laun tapi pasti, saya yakin dengan seyakin-yakinnya, pasti dengan kehendak Tuhan kita yang bermental pengusaha pasti akan mendapatkan hasil yang lebih, bahkan jauh melebihi dari pada kita bekerja pada orang lain. Khan sudah banyak contohnya, milyader, tirliyuner dan apalah namanya, backgroundnya bisa dipastikan Pengusaha….. OK mas Agustinus, aku juga sudah merintis usaha, walaupun masih lingkup belum besar, tepapi sangat puas bisa membantu mengentaskan pengangguran…. Yang dibutuhkan negeri ini bukan pekerja, tapi pengusaha biar bisa terentas dari kemiskinan yang serasa tidak berujung.
Salam SUPER…………………..

punya hasil lebih, sukses dsb dll emang tiap orang mau.
tapi soal jatuh, sperti yang dicritain pk. suparman emang enak.
ini yang harus kita belajar, gimana jatuh tapi masih tetap bertahan dan terus maju.
cerita singkat saya :
pada suatu hari …
pk. kadar pono, owner bk komp bilang ke saya, piye masih seneng solder2(sambil tangannya niruin saya nyolder monitor)
saya jawab iya, lalu beliau bilang udah tinggal aja, kamu sehari bisa nyolder berpa biji monitor, tanganmu dua kakimu dua bisa kemeng kabeh yen nyelesain 10 monitor per hari.
obrolan panjang lebar berlanjut…
akhirnya skarang saya sehari bisa jual 1,2 sampai 10 monitor masing -masing bisa untung 30 samapai 50 rb.
laba tidak kalah besar dengan jasa servis monitor yang tentu saja lebih banyak makan waktu, energi, dll.
hebatnya lagi servis harus dilakukan orang pintar(bkn dukun) sedang jualan karyawan saya cuma tamat smp bisa melayani pembeli, wong harganya sudah dikasih tau.
soal modal????
monitor 30 buah di toko punya distributor, bayarnya 2 sampai 4 minggu, sebelum jatuh tempo monitor sudah laku.
skarang saya nyambi jual pasir, satu truk aku ambil 750rb dapat 6 m3, kalau saya ecer masing masing colt kecil 0,8m3 dgn harga 130rb jadi dapatnya 975rb. bersyukurnya di perumnas banyak yang beli lebih dari satu colt.
KERJAKAN HAL HAL SEDERHANA, HASIL DIKIT TAPI CEPAT PUTARNYA.
kalau teman teman punya cara, metode lainnya bisa dishare agar banyak yang bisa memetik manfaatnya

SALUT BUAT REKAN SEMUA
Buat semua….aku juga terpikir kearah sana..entah kapan ..2 thn yang lalu baru usaha kecil2an tapi masih jalan di tempat…
Mau bertanya waktu yang terbatas belajar sendiri kuarng PD…
Aku tunggu ilmu2nya bapak bapak smua..BIAR JADI PENGUSAHA JUGA…

Sejak krismon 97/98 banyak karyawan yg di PHK termasuk aku, daripada nganggur di Jakarta, terpaksa pulang kampung, cari kerjaan di Semarang, Abis dpt penghasilan di Jakarta dapat di Semarang kaget, sementara kebutuhan sudah setting-an penghasilan Jakarta, akhirnya ambil job sampingan mulai dari jasa gambar sampai borong tenaga kecil – kecilan.
Alhamdulillah Tahun 2003 sudah punya Perusahaan yang berbadan hukum sendiri dan masuk Asosiasi Pengusaha Kontraktor Nasional, Direktur saya, Komisaris istri sendiri, kalo ingat Proyek pertama Renovasi Puskesmas Wonosalam II Demak Nilainya Rp. 49.000.000,00. Setelah tekun dijalani, berusaha menjaga komitmen, konsisten, sekarang Perusahaan kami lumayan berkembang. Mungkin total nilai pekerjaan yang sudah kami tangani hampir 5 Milyar, meliputi pekerjaan jembatan, gedung, jalan raya dan yang terbaru dan aktif saat ini instalasi telekomunikasi (Tower BTS).
Untuk pekerjaan yang terakhir, saya punya pengalaman menarik, Tahun 2005 usaha kontraktor mulai jenuh terutama untuk proyek- proyek pemerintah, orang sudah tumplek blek kesana, kami melihat peluang untuk kontraktor telekomunikasi belum banyak pemain, dan saat itu operator telepon baru lagi marak, pengin masuk tapi nggak ada ilmu, akhirnya belajar dengan masuk karyawan lagi, dan diterima di PT. Siemens Indonesia, setelah merger dengan PT. Nokia, menjadi PT. Nokia Siemens Networks sampai sekarang betah dan masih kerja , kontraktor jalan terus dikelola istri.
Jadi untuk jadi pengusaha di samping yang disampaikan teman- teman di atas mungkin adalah :
– pandai membaca peluang,
– jangan takut mencoba hal yang baru,
– jangan pernah malu untuk belajar kpd siapa pun,
– jangan menjadikan uang sebagi Final Target.
Kadang – kadang saya dapat Job untuk pekerjaan yang bukan disiplin ilmu yang saya geluti, seperti : Instalasi Antena GSM/CDMA/DCS, Drive Test, Comissioning, Instalasi MW dll. Barangkali temen – temen punya kompetensi kita bisa bagi – bagi rejeki.
Atau punya info pekerjaan yang bisa kami kerjakan.
Share ke saya : ali_mashar@yahoo.com
08122874898

jadi semangat nih, saya masih jauh dari mas mas semua. tapi doakan agar bisa makin maju ya…
meluangkan waktu berbagi informasi dan tips2 sangat bermanfaat bagi semua lho.
jadi ayo pada berbagi pengalaman dll.
bagi yang disekitar semarang yang butuh batu belah, pasir, bambu, padas urug, rental dump truk bisa kontak saya.
nomor kantor 70130481 anugerah jaya
nomor rumah 76727240.

perkenalkan nama saya sampurno alumni 93
otomotif , kbetulan 1 tahun yang lalu dapat rejeki yang bisa
saya belikan sebidang tanah di daerah mranggen.Rencana mau butuh tanah padas untuk urug.
Mohon informasi harga tanah padas per truck berapa ya mas?
Harga alumni loh.
Oh iya , alamat kantore dmn mas?

mas agustinus,
ada temenku yg jadi kontraktor di Grand tamansari majapahit semarang ( Eks Kekancan mukti ) namanya sunaryo (BG 93 ), mungkin ia bisa butuh material yg anda tawarkan.

SUPARMAN

kepada yth

mas ali mashar,

mohon bimbingannya,agar saya bisa seperti mas ali,saya juga mulai belajar borong pekerjaan sendiri,berawal dari borongan kecil2an yang nilainya hanya 2,5 jt.sampai sekarang alhamdulilah nilai kontrak 150 jt.
dalam kondisi sekarang ini mungkin saya menghadapi kesulitan masalah jalannya proyek karna saya berawal dg modal yang sangat kecil sekali,gimana cara mensiasati agar pemilik mau mencairkan dana demi kelancaran proyek itu sendiri,karna saya baru 4 kali ini ngerjain proyek sendiri dan kebetulan baru menemui karakter pemilik yang agak susah,dan alot.tolong saran dan bimbinganyta mas ali mashar,,,,,,,,

dodok.ba2.02

mas ali kalo boleh minta alamat rumahnya,

kalo saya pas pulang ke semarang tak maen,sowan,sekaligus nyuwun pitutur,
rahayuwidodo64@yahoo.co.id
02199170593

dodok ba2 02

Dear Mas Dodok

Saya belum memahami yang mas maksudkan “gimana cara mensiasati agar pemilik mau mencairkan dana demi kelancaran proyek itu sendiri,karna saya baru 4 kali ini ngerjain proyek sendiri dan kebetulan baru menemui karakter pemilik yang agak susah,dan alot”, Apakah dalam hal ini mengharapkan DP Pekerjaan, atau Progress sudah tercapai tapi pembayaran termyn belum terbayar?
Untuk kasus Pertama : Memang kepercayaan itu tidak bisa kita dapatkan dalam waktu sekejap, butuh kerja keras untuk mendapatkannya, biasanya owner tidak akan mudah memberikan DP apalagi jika memang belum pernah bekerjasama, tapi kita bisa menyiasati dengan perhitungan RAP/ Nilai Proyek, dan coba bekerjasama dengan toko – toko material, biasanya mereka mau sistem pembayaran mundur, hindari pinjaman bank/rentenir.
Untuk kasus kedua : Usahakan kontrak pekerjaan dibuat tertulis di atas materei syukur2 bisa dikuatkan notaris, sehingga masing2 pihak memiliki jaminan hukum yang kuat dan tidak ada yang dirugikan.
Saya senang sekali belajar bersama, bisa main ke rumah saya di : Sidosari Town House B-18 Ungaran, email : ali_mashar@yahoo.com, Hp. 08122874898

Mas, jenengan buka jasa konsultasi untuk pekerjaan renovasi rumah gak?
Rencana aku mau renovasi rumah perlu rencana gambar dan RAB nya , dan saya pikir jenengan ahlinya.

mas ali mashar,

trimakasih sebelumnya sudi memberi nasehat untuk saya,yang saya maksud untuk pencairan dana yang mencapai progres 95 %.sedangkan intuk opname msh ada retensi sebanyak5 %.untuk kontrak saya buat tertulis tapi tdk pakai materai.mas ali pernah mengalami ndak,ketemu owner yang boleh di bilang ruwet,dalam arti harga minta murah bahkan mepet,tapi kualitas minta seperti harga bagus,,,,,,

mohon petunjuknya mas ali,,,

kalo saya pulang kampung insyaallah saya mampir,

kebetulan istri saya daerah kalongan ungaran,dan perumahan asli selalu saya lewati.

maturnuwum mas ali,

dodok,

Dear Mas Dodok,
Alangkah lebih baiknya kontrak dibuat tertulis di atas materei Rp. 6000,00 masing2 pihak yang terlibat perjanjian, dan akan lebih baik lagi di depan notaris, di samping lebih kuat secara hukum, juga akan membuat owner lebih maupun kontraktror taat pada isi perjanjian.
Hal itu manusiawi mas, kita pun kadang juga punya pemikiran spt itu, kalau misalnya beli barang, pingin harga murah tapi kualitas bagus. Namun sebagai wirausaha hal itu jangan pernah dijadikan hambatan, tapi jadikan tantangan. Ketika sesuatu kita anggap sebagai hambatan kita cenderung berkeluh kesah kemudian menyerah, tapi kalau kita anggap tantangan akan terpacu untuk mengalahkannya.
Saat sekarang ini industri konstruksi tumbuh pesat sekali, hal ini memicu tumbuhnya perusahaan konstruksi (kontraktor), baik yang sekali besar, menengah, mapun kecil-kecilan seperti kita, persaingan pasti tak terelakkan. Semua pasti menginginkan dapat pekerjaan gampang, harga bagus, dan mendatangkan untung yang banyak. Lalu pekerjaan yang sukar, dengan harga yang minim, dan untung kecil, selalu dihindari kontraktor. Tapi sebenarnya disinilah pasar kita. Bagaimana kita bisa mengambil pekerjaan yang orang lain tidak mau mengerjakan. Inilah tantangan kita. Orang berhasil adalah yang mampu melaksanakan pekerjaan yang orang lain tidak bisa.
Uang adalah salah satu tujuan orang berbisnis, tapi ingat bukan satu – satunya tujuan. Berarti margin yang kecil dengan tingkat pekerjaan yang sulit bukan masalah lagi kan?
Kita tidak dapat uang banyak, tapi kita akan tertempa menjadi profesional. Ketika profesional melekat pada diri kita, kita tidak usah cari uang, Tapi uang yang akan mencari kita. Percayalah.

Bagi teman2 alumni 91 jurusan otomotif , mari kita jalin komunikasi agar tali silaturrohim kita tidak terputus.
Ajang milist ini sangat bermanfaat sekali bagi kita sesama alumni untuk menjalin komunikasi siapa tahu kita saling berbagi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kemajuan kitabersama.
Temanku : Stum , windu Endradi , lupus / edi wiyono yang sekarang jadi ustadz gmn kbr skrg?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terima kasih, telah menjadi pengunjung yang ke-

  • 96,560 pengunjung
Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Clicks

  • Tak ada

Arsip

Sobat Onliner

people

Peta Pengunjung Hari Ini

Asal Pengunjung

Polling

Apakah anda puas dengan sistem pengajaran di STMP?
1) Sangat Puas
2) Puas
3) Biasa Saja
4) Kecewa
5) Tidak Tahu

View Results